Hari (anti) Revolusi Motor

Saya baru menyadari bahwa ternyata ada banyak hari peringatan selain Hari Ibu atau Hari Pahlawan. Misalnya, Hari Bumi, Hari Lingkungan Hidup, Hari Jilbab sedunia, Hari Tembakau, dan Hari Antikorupsi. Hari ini (9/12/11) – katanya – adalah Hari Antikorupsi. Beberapa media menjadikannya headlines. Ada yang mengupas kinerja SBY, tentang kasus-kasus besar korupsi, tentang jembatan roboh, dan lainnya. Saya tertarik dengan bahasan salahsatu media yang mengatakan bahwa di Indonesia telah terjadi Revolusi Sepeda Motor. Masyarakat beralih dari angkutan umum ke angkutan pribadi (motor), tambahnya.

Angka penjualan motor di Indonesia fantastis. Pada akhir September 2011 saja berada di sekitar 6,2 juta unit. Dan diperkirakan akan menembus angka 8,1 juta pada akhir tahun 2011 ini (KOMPAS).  Laju pertumbuhan penduduk Indonesia per-tahunnya sekitar 3,5 juta jiwa (www.bps.go.id). Artinya, tiap satu orang Indonesia mampu membeli dua sepeda motor lebih. Tak heran, jika kita melihat tulisan ‘Semakin di depan’ menempel di motor Yamaha milik Lorenzo. Atau tulisa ‘One Heart. Satu Hati’ di motor Honda Pedrosa. Produsen tahu betul pangsa pasar sepeda motor di Indonesia sangat ramai.

Revolusi sepeda motor.  Ironinya bergulir karena kelemahan Pemerintah menanggulangi moda transportasi umum. Awalnya sepeda motor adalah transportasi alternatif untuk menghindari macet atau kebutuhan sederhana (rumah ke warung). Di era ‘revolusi’ ini, sepeda motor mempunyai marwahnya sendiri. Maka berdirilah berbagai macam club-club motor yang seringkali mengadakan touring keliling kota. Dan bahkan kini telah menjadi sebuah ‘alat ukur’ fashion di kalangan anak muda (menengah bawah).

Apakah sah? Jelas tidak melanggar. Tapi menjadi salah ketika ‘revolusi’ tersebut disalahgunakan. Ketika kebutuhan fashion tersebut mengesampingkan keselamatan dan peraturan. Dalam ilmu keselamatan (safety), sepeda motor adalah moda transportasi yang memiliki potensi kecelakaan terbesar. Karena pengendara ‘hanya’ dilindungi oleh helm. Beda dengan mobil yang mempunyai safety belt dan air bag. Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) menunjukan hal demikian. Kecelakaan sepeda motor selalu lebih besar daripada mobil, kata Menteri Perhubungan RI (KOMPAS). Di Makassar sendiri, laka lantas untuk tahun 2011 ini (hingga November) mencapi 1085 kejadian. Parahnya lagi, 52% di antaranya terjadi pada rentang usia muda, 11-30 tahun. Penyalahgunaan sepeda motor cukup banyak terjadi di usia dini, atau boleh dikatakan di bawah umur. Pengguna motor di bawah umur kian menjamur. Bukan hanya penyalahgunaan SIM, pengguna di bawah umur (SD atau SMP) biasanya tidak peduli terhadap keselamatan mereka.

Saya masih percaya bahwa hal yang paling berharga di dunia ini setelah iman ialah anak. Karena tujuan lahiriah dari hidupnya seorang manusia ialah anak. Berapapun lamanya seseorang sekolah, pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan. Untuk apa seseorang sejahtera? Untuk menghidupi anaknya. Maka tidak salah ketika John F Kennedy berkata bahwa anak adalah investasi terbaik. Bahkan Soekarno menantang untuk diberikan sepuluh pemuda agar ia bisa mengguncang dunia. Bangsa ini besar karena memiliki penerus yang handal. Berketurunan adalah sebuah keniscayaan. Maka anak-cucu adalah aset yang harus dijaga – pendidikannya, kesehatannya, kesejahteraannya, dan keturunannya.

Ironi ketika orangtua lebih mementingkan membelikan motor daripada buku sekolah untuk anaknya. Memang, pemerintah mempunyai peran dalam penyediaan moda transportasi umum. Kepolisian punya peran dalam penertiban pengendara bermotor. Tapi, orangtua kuncinya. Sulit diterima bahwa anak membeli sepeda motor bukan dari uang orangtuanya. Bahwa anak membayar uang sekolah bukan dari orangtuanya. Ironi jika orangtua menyekolahkan anaknya tapi juga membelikannya motor padahal belum cukup umur. Itu sama saja dengan memberikan benda jutaan rupiah tapi benda tersebut adalah ganja. Madu sekaligus racun.

Saya masih berharap ada hari peringatan lain selain Hari Antikorupsi: Hari (anti) Revolusi Motor.

One thought on “Hari (anti) Revolusi Motor

  1. Pingback: Daftar Peserta Lomba Blog Operasi Zebra 2011 | Polantas Makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s