Lari dari kubur

Usang. Bisa jadi jarang dipake atau mungkin ga pernah dirawat. Mirip seperti tempat-tempat bersejarah di Makassar yang usang: tak dipakai sekaligus jarang dirawat. Atau juga mirip museum dan bahkan kuburan. Hanya sesekali disinggahi, jarang ditongkrongi seperti café atau mall.

Beberapa bulan yang lalu saya mendapat hadiah sebuah hosting. Maka segeralah saya manfaatkan itu untuk merevolusi blog di alkarami(dot)wordpress(dot)com menjadi alkarami(dot)com. Semua materi yang ada di alkarami(dot)wordpress di ekspor ke alkarami(dot)com. Minta petuah sini, minta wejangan sana. Dalam beberapa minggu, web pun selesai dengan beberapa kekurangan desain template. Karena merasa belum puas dengan template, dan pengaturan yang ribet, belum lagi spam-spam bermunculan seperti jerawat, maka saya pun  ‘menahan’ untuk tidak posting tulisan. Karena desain yang masih berantakan itu.

Ternyata tekad untuk belajar otodidak ngedesain web, cuma pekikan mimpi saja. Masalahnya sih satu: males.   Akhirnya beberapa momen penting dan pengalaman menarik luput dari rekaman postingan. Beberapa diantaranya sudah basi. Hingga tutup tahun 2009 pun tak ada tulisan diposting. Sungguh terlalu, kata bang Haji Rhoma Irama. Ini maksud saya yang disebut kuburan. Usang, tak diurus, jarang dikunjungi, apalagi dipakai.

Komentar pun banyak berdatangan menyuruh saya segera menulis lagi. Ada yang dari Bandung, Jakarta, Kuala Lumpur, Makassar. Beberapa dari mereka memang sudah kecanduan dengan tulisan saya..hehehehe. Maka, keputusan yang tepat agar tak lagi membusuk di ruangan , tak lagi terlalu bermesraan dengan facebook,. Satu kalimat yang harus dipekikan: LARI DARI KUBUR…

3 thoughts on “Lari dari kubur

  1. Sedikit tapi dalem… boleh tuh semua ide dan kreasimu kita tuangakan di pinisi… Semoga berikutnya menjadi lebih mantap..

  2. bangkitlah, bangunlah badannya, bangunlah jiwanya, puji tuhan, bagaimanalah nasib peradaban ini tanpa tulisan, selaku pengawas dari sudut bandung, aku akan senantiasa memantau tarian pena mu, eh tarian keyboard, ding. semoga, ada kisah di detik menuju kelahiran si penyejuk mata, alkarami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s