Narasi Pernikahan Lucky-Puti (original version)

strategi030811111246_1806

“Pernikahan adalah penenang jiwa dan kesenangan kepada istri, yaitu tatkala bersanding dengannya, memandang, dan bercanda. Pernikahan juga menentramkan hati dan menambah kekuatan untuk beribadah. Karena jiwa itu mudah jemu lalu menghindari kebenaran. Sebab ia berbeda dengan tabiatnya. Andaikata jiwa terus menerus dibebani sesuatu yang kurang disukai, maka ia akan berteriak dan lari. Namun jika sekali waktu dihibur dengan kesenangan, maka ia menjadi kuat dan semangat.”

(Imam Al-Ghazali)

Hari ini, 20 Juni 2009, sepasang manusia akan merayakan kegembiraannya karena telah datang baginya sang penenang jiwa, penghibur hati. Puti menemukan penenang jiwanya. Dan Lucky mendapatkan penghibur hatinya.

Puti Stephania Hoesni, putri ketiga dari bapak Ir. Hoesni Ahmad dan ibu Dra. Hj. Susilowati Soekardi, lahir di Balikpapan, 22 Juli 1985. Puti berdarah Jawa dan Sumatera.

Lucky Hilman Ismuwardhana, anak bungsu dari bapak Suparman dan ibu Siti Hidayah, lahir di Bandung 13 Desember 1984. Lucky berdarah Sunda dan Jawa.

Puti besar di Jakarta sejak umur empat bulan. SD di Al-Azhar Kebayoran Lama, SMP di Al-Azhar Pejaten, dan SMU di SMU 28 Jakarta.

Lucky besar di Bandung. Bersekolah di SD Pertiwi dan SD Terang 1 Bandung, SMPN 2 Bandung dan SMU Taruna Nusantara Magelang.

Mereka besar di kota yang berbeda dan di aktvitas yang berbeda pula. Puti aktif di Rohis SMU-nya. Lucky aktif di Taekwondo dan Marching Band-nya. Hingga akhirnya dipertemukan Tuhan di kampus Ganesha, Institut Teknologi Bandung. Tepatnya di Jurusan Teknik Lingkungan.

Masih dengan aktivitas yang serupa. Di ITB, Puti masih aktif di kegiatan keislaman, entah itu di Jurusan (KAMIL), atau di Kampus (GAMAIS). Dan Lucky, ia aktif di unit kesenian sunda (LSS) dan kemahasiswaan terpusat (KM). Hingga akhirnya mereka dipertemukan di satu kegiatan kaderisasi himpunan di jurusannya, MPAM. Lucky ketuanya, Puti konseptor materinya.

Menjadi satu tim dalam kepanitian kaderisasi tersebut membuat keduanya semakin dekat. Puti melihat bagaimana Lucky memimpin anggotanya. Lucky melihat bagaimana Puti merancang materi dengan jeli dan berisi. Kepanitian yang berjalan hampir satu tahun itu menguras banyak pikiran, tenaga dan waktu. Tapi di sanalah karakter keduanya bisa terlihat. Dan bagi Puti, kesamaan visi dan misi dalam memandang suatu hal, membuatnya menjadi nyaman berteman dengan Lucky.

Mereka seperti uang koin 500 rupiah. Puti adalah melati, dan Lucky garudanya. Keduanya berada pada dua sisi yang berbeda.  Tapi memiliki nilai dan fungsi yang sama. Lucky seorang yang gemar baca buku-buku tebal. Tidak dengan Puti. Puti seorang yang teliti dan cekatan. Tidak dengan Lucky. Mereka saling melengkapi. Karena, itulah sebenarnya pasangan yang sempurna.

Dalam menyelesaikan Tugas Akhir, Puti menghabiskan banyak waktunya di Laboratorium di PAU ITB. Ia banyak berteman dengan mikroba. Sedangkan Lucky, di tengah kesibukannya Tugas Akhir, ia menjadi Juara I Lomba Penelitian antar-himpunan se-ITB. Lucky dipandang mengetahui banyak hal oleh teman-teman di jurusannya. Maka di tengah Tugas Akhir dan Lomba Penelitiannya itu, ia dengan senyum membantu teman-temannya yang kesulitan di Tugas Akhirnya. Puti salah satunya. Ketika listrik di laboratorium tempat Puti padam, semua data-data penelitiannya selama satu minggu menjadi sia-sia. Di saat ’sang melati’ layu, maka ’sang garuda’ pun turun membuatnya tegar. Melalui sms-nya, Lucky menghibur Puti, menyemangatinya, menjadikannya kuat.

Dan pada Maret 2008 pun keduanya diwisuda berbarengan di Sabuga. Selepas lulus, Puti bekerja sebagai asisten peneliti di PAU ITB. Sembari berharap mendapatkan beasiswa S2 ke Jepang. Sebuah negara yang diimpikannya dari dulu. Yang memberikan influence ke buku bacaannya, film-filmnya, bahasa dan budayanya.

Sementara Lucky, mengambil pilihan untuk bekerja di salah satu perusahaan tambang batubara di Kalimantan. Dan sebuah ungkapan cinta pun tak mampu ia tahan. Sebelum pergi ke rimba Kalimantan, Lucky menuliskan sebuah ungkapan rasanya selama ia berteman dengan Puti dalam sebuah email. Setengah perasaan hilang, tapi masih ada setengah lagi yang terus ditunggu Lucky. Sebuah jawaban dari Puti.

Oktober 2008 Puti membalasnya. Tapi tidak dengan email. Puti menelpon Lucky. Bertanya tentang keseriusannya. Bertanya tentang siapa dirinya, tentang visi misinya, tentang semuanya yang bisa membuat Puti merasa yakin, bahwa Lucky adalah ’Garuda’ itu.

Maka mereka pun meminta petunjuk. Istikharah. Lucky menanyakan temannya Puti tentang siapa Puti sebenarnya, begitu juga Puti. Karena pertemanan intensif mereka di kepanitian tak cukup untuk dijadikan data menuju pernikahan.

Doa terus dipanjatkan. Harap terus diungkapkan. Mereka pun sepakat untuk membuat komitmen awal. Pada tanggal 1 Januari 2009, Lucky melamar Puti. Jika seluruh umat manusia di bumi ini merayakan pergantian tahun, maka mereka merayakan pergantian lembaran hidup. Lembaran yang masih putih.

Perjalanan mereka tak semudah yang digambarkan. Di sana ada air mata. Di sana ada perjuangan. Seperti perjuangan Lucky mendaki gunung Papandayan beberapa bulan sebelum ia lulus.  Perjuangan Lucky yang menuliskan sebuah nama seorang perempuan di pasir Papandayan. Sebuah nama yang suatu saat nanti bisa menemani sisa perjalanan hidupnya. Sebuah nama yang hari ini bisa ia genggam.

Sang Garuda telah menemukan Melati-nya. Mereka telah berjalan di atas karpet syari’at. Dan kini mereka telah duduk bersama di pelaminan. Puti Stephania Hoesni dan Lucky Hilman Ismuwardhana.

*Narasi (yang sudah diedit oleh kedua pihak mempelai) dibacakan saat pernikahan Lucky-Puti pada tanggal 21 Juni 2009

Makassar, May 2009

Imam Alkarami

9 thoughts on “Narasi Pernikahan Lucky-Puti (original version)

  1. Wa kakaakakakakkkk …. Mr. Bean, extravaganza, bahkan Tom and Jerry pun bisa jadi mellow-drama di tangan Imam ….. Wakakakakaakakakkkkkkk ….. >:) >:) >:) ………

  2. wuah… bagus mam…

    cerita yang hepi ending…

    pesen cerita yah buat aku menikah nanti…

    heuehhehehhe…. ;D

  3. Pingback: Narasi Pernikahan Ridwan & Noni « The Miphz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s