Dunia Terakhir

forgiveness_____by_sandman_f

Tahun baru HIjriyah.

Lagi. Dan entah kapan akan berulang lagi. Seperti air yang selalu bersiklus dari permukaan tanah menuju atmosfer dan menghujani tanah lagi. Seperti bulan yang terus berotasi dan berevolusi. Semua terulang mengikuti jalan-Nya. Mengikuti sunnah-Nya. Sebuah ketetapan yang diinginkan Tuhan atas ciptaan-Nya. Jika satu derajat saja perputaran bulan melenceng maka hancurlah ia. Jika satu mata rantai saja siklus hidrologi terpotong, maka banjirlah ia.

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila mengiri
Demi siang apabila menampakkan
Demi malam apabila menutupi

(Q.S. Asy-Syams : 1-4)

Itu adalah kutipan-Nya tentang ketetapan. Semuanya telah diatur. Menurut garisnya. Satu saja elemen di atas hilang, maka kiamatlah sudah. Ini yang disebut hukum alam. Atau lebih tepatnya hukum Tuhan. Manusia hanya mampu menjelaskannya. Tak bisa mencipta. Apalagi mengubahnya. Bahkan merekayasanya. Tidak mungkin.

Dan mengalirlah sudah. Ada tiga tahun baru sekaligus dekat-dekat ini. Tahun baru Islam. Muharram. Tahun baru masehi, serta tahun baru Imlek. Ketika semuanya mengalir, mengikuti jalan-Nya, maka aku hanya menjadi seonggok batu di pinggiran. Dipenuhi lumut dan berupaya menahan arus. Seperti yang selalu takut akan perubahan. Atau mungkin tak ada batu-batu lain yang mengajaknya. Atau karena arusnya terlalu lemah. Aku juga tidak tahu.

Pulpenku hampir tak bisa menuliskan apa-apa ketika ada form berisi describe yourself. Jariku tak bisa menekan apa-apa di keyboard ketika mengisi profile di Facebook. Bahkan ketika aku harus membuat sebuah biodata tentang diriku sendiri, aku bingung. Ini mungkin yang menyebabkan temanku juga kebingungan ketika disuruh membuatkan testimony untukku. Ada tiga orang. Dan sampai sekarang testi itu belum ada.

Lost identity, mungkin. Atau juga kehilangan arah. Ketika mendengar ceramah Mario Teguh, aku tersentak ketika beliau bilang, “melakukan kebaikan itu tidak sulit, yang sulit adalah meninggalkan kebiasaan buruk”. Aku tunduk sebentar melihat diriku dalam cermin. “ucapkanlah, that’s not me, ketika Anda dihadapkan kepada sebuah perbuatan buruk”, katanya.

Jika boleh digambarkan dalam sebuah kurva, mungkin kualitas kepribadianku adalah fungsi persamaan kuadrat yang variable a-nya bernilai minus. Gradiennya negative. Tak ada rumput yang bisa kupegang karena arus sangat deras. Tak ada pohon yang bisa kuraih karena angin sangat kencang. Tak ada lilin yang dapat kunyalakan padahal malam begitu gelap. Tak ada air yang bisa kuminum karena hujan tak kunjung datang.

Aku menyerah. Aku terdampar di belantaran pulau karena tsunami nafsuku menghancurkannya. Membuatku menjadi gelandangan iman yang kehilangan sukma. Meminta-minta kepada dunia yang hiruk-pikuk di jalan raya. Mengemis kepada harta yang berhamburan kemana-mana. Aku dahaga. Karena tak ada kesejukan dalam setiap tetes minumku. Aku mendera, karena tak ada karbohidrat dalam potongan makananku.

Aku menyerah, Tuhan. Jangan Kau campakkanku. Aku sudah cukup menderita tak lagi menemukan jiwaku. Aku kehilangannya. Mungkin, aku dengan sengaja melepaskannya. Sebuah sukma yang Engkau berikan ketika Kau ciptakan aku. Aku tak menjaganya. Aku terlalu asik dengannya. Fujur. Ia yang selalu bersamaku. Tapi sekarang aku menyerah. Aku ingin mensucikannya lagi. Karena aku ingin menjadi orang yang beruntung. Di akhirat nanti. Karena itulah muara terakhir perjalanan ini. Semoga saja.

Demi langit serta pembinaannya
Demi bumi serta penghamparannya

Demi jiwa serta penyempurnaannya
Maka Dia mengilhamkan kepadanya sukma kejahatan dan ketaqwaan
Sungguh beruntung bagi siapa saja yang mensucikannya
Dan sungguh rugi bagi orang yang mengotorinya

(Q.S. Asy-Syams : 5-10)

Makassar, 1 Muharram 1430 H
1:15 Wita

One thought on “Dunia Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s