22nd in 23rd at 23.00

dingin. makassar sepanjang november ini hampir diguyur hujan tiap harinya. bahkan karebosi yg direnovasi dengan alasan agar bebas banjir, ternyata kena banjir juga. november hari ini memang dingin. mungkin inilah yang dinamakan November Rain.

sama dinginnya dengan AC di kamarku yang kehilangan remotnya. jadi ia terus menyala sepanjang malam. bahkan dinginnya kini merasuk ke ubun-ubun. dan akhirnya singgah di hati. iya. aku harap hanya singgah. karena jika langit hati ini sudah mendung maka hujan deras akan terus mengalir dari mata air air mata.

mencoba terus membaca Serial Cinta-nya Anis Matta yang mengajarkan bagaimana cinta itu bekerja. bagaimana sang cinta begitu berharga. bagaimana harus menjaganya, menumbuhkannya, dan merasakannya. sepertinya Anis Matta sepakat dengan pendapatku tentang cinta bahwa ia tidak sederhana. karena cinta itu pekerjaan jiwa. maka hanya orang-orang kuat lah yang bisa menggerakkannya. orang-orang yang tidak melulu berimajinasi dengan cinta. tapi terus melakukan aksi. karena cinta adalah proses kimia. membacanya perlembar terasa agak menghangatkan. tapi tentu belum cukup. karena hari ini dingin sekali. Makassar sedang dingin nampaknya.

mencoba menulis. apa sajalah. rencana hidup, rencana ini rencana itu. tapi satu lembarpun tak bisa. mencoba berpikir. berpikir tentang diri. tentang orang lain, bahkan sempat berpikir tentang bagaimana melakukan smash waktu main badminton. berpikirpun gagal. jadi aku hanya terdiam menikmati dinginnya Makassar.

beberapa sms masuk sedikit membuatku bergerak. tapi tak satupun aku balas. karena jempol terlalu lemah untuk memberi balasan. tapi bukan berarti aku tidak menerima isi dari sms itu. aku menerimanya dengan senang. aku yakin itu adalah tanda kekuatan cinta yang masih tumbuh.

malam ini aku bergumam pada diriku sendiri. dan sedikit kesal kepada nyamuk karena dari tadi mengganggu kesendirianku. malam ini hujan turun begitu deras. langitnya seperti memendam mendung terlalu lama. ia tumpah setumpah-tumpahnya. bahkan tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada awan yang menjadi tempat persembunyiannya. malam ini langit jiwaku mendadak juga ikut mendung. tapi aku masih berharap esok hari mentari dapat mengusir kondesat dan angin menghalau awan pergi jauh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s