puasa ala Robert T Kiyosaki

ini bukan tentang cerita Robert T Kiyosaki yang melakukan puasa. atau tentang tips-tipsnya untuk melakukan puasa menjelang Ramadhan ini. aku hanya ingin menunjukkan bahwa ternyata teori-teori yang dibicarakan pak Robert dibuku-bukunya cukup dekat dengan makna puasa, yaitu kesabaran. hah? kok bisa?

dunia sekarang ini sudah sesak rasanya dipenuhi oleh hiburan-hiburan. di jakarta sangat susah menemukan tempat yang bukan gedung komersil. terlalu banyak gedung komersil sekarang ini di indonesia, dan ini berakibat pada apa? ini berakibat pada pola kehidupan masyarakat indonesia yang konsumtif. semuanya berbondong2mencari uang, dan setelah itu berbondong2 menghabiskannya. kalo kata pak robert, ini dua penyakit yang diderita manusia sekarang ini : ketakutan dan ketamakan. ketakutan tidak punya uang banyak, dan setelah dapat uang, ia akan tamak membelanjakan uang2nya..

jika tidak percaya, silakan cek cashflow perbelanjaan anda bulan ini atau bulan kemarin. dan perlu diketahui bahwa faktor ketakutan dan ketamakan ini saling terkait. jika anda mempunyai penghasilan 5 juta per bulan, saldo anda setelah pembelanjaan katakan 500 ribu, artinya ada 4,5 juta yang anda belanjakan. dan jika gaji anda 10 juta perbulan apakah saldo anda akan 5,5 juta? tidak. karena semakin besar uang yang anda dapatkan akan semakin besar pula ‘ketamakan’ yang ingin anda wujudkan. karena itu tadi, sekarang ini dunia dihinggapi kegemerlapan dan tidak banyak orang yang hati-hati dengan virus ini.

maka Robert T Kiyosaki, dalam Rich Dad Poor Dad-nya, mengatakan bahwa peliharalah aset anda dan pantaulah liabilitas anda. aset berarti sesuatu yang bisa bernilai di kemudian hari yang akan menjadi penghasilan anda, sedangkan liabilitas adalah kewajiban2 yang harus anda keluarkan tiap bulannya. kebanyakan orang, hampir tidak ada yang memprioritaskan uang bulanannya untuk memperbesar aset. padahal ini bukan masalah ga ada uang, tapi ga ada kemauan. kata pak Robert, ketika orang terus membelanjakan uangnya untuk liabilitas tiap bulannya tanpa ada persentase untuk aset maka orang itu bisa dikatakan miskin, walau ia punya mobil, motor, rumah mewah, dll. kenapa? karena orang itu sebenarnya sedanga dililit utang besar. gaji besar tiap bulannya itu ia habiskan untuk membayar tagihan2 mobil dan rumahnya serta kartu kredit2nya. mereka tidak mempunyai kesabaran untuk menjadi kaya. mereka habiskan hari2 hanya dengan mencari uang dan uang. dari bangun tidur hingga mau tidur kembali yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya agar saya dapat banyak uang untuk kredit ini untuk bayar itu untuk beli anu…pola hidupnya seperti itu hingga ia tua nanti. lantas, mana waktu untuk keluarga, untuk anak, untuk mengabdi..

jadi bagaimana?
kembangkan aset anda!! dan ingat aset anda bukanlah rumah atau mobil. karena barang2 seperti itu akan berkurang nilainya. aset anda adalah investasi anda. ketika mendapat penghasilan bulanan, maka yang pertama dilakukan adalah lakukan investasi. sisanya untuk kebutuhan bulanan. ini memang sedikit menyakitkan. anda tidak bisa lagi beli dvd tiap minggu, atau keluar masuk toko pakaian tiap bulan.tapi percayalah, dalam beberapa waktu ke depan anda akan mendapatkan yang anda inginkan dengan mudah. dan yang pasti, anda akan mendapatkan sesuatu yang indah setelah anda bersabar. karena orang yang bersabar itu seharusnya seperti orang yang berpuasa. ia tau kalo ia sangat lapar, dan ia juga tau ia bisa beli makanan dengan uangnya. tapi ia tetep bersabar karena ia YAKIN akan ada maghrib yang memulainya untuk membeli makanan itu..

jadi, selamat berpuasa finansial..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s