Tuhan, izinkanku menangis..

“waktu itu seperti pedang, yang akan menghunusmu..”, temanku bilang..

“jika ingin dihargai,maka hargai dulu orang lain”, ada juga yang bilang..

“jangan sia-siakan mudamu, teruslah berkegiatan. terus berkarya”, temanku saat itu..

“kenapa? kok pucat? lagi ada masalah ya?”, seorang temanku ketika ku tertunduk..

“ayolah, cerita..biar semuanya plong..”, temanku saat aku tersedu..

“besok main bola yuk..jangan lupa yah..”, temanku ketika itu..

“jangan lupa bro, malam nanti mentoring..”, temanku waktu itu..

“sabar ya kak, semoga diberi kemudahan dalam memahami segala ketetapanNya..”, temanku dengan penuh rasa..

“…”, temanku saat ini..

“haha..haha…sampah lo,,,,”, temanku ketika kusalah..

“lo tau apa sih!! cupu lo..”, temanku ketika kubicara..

“…”, temanku saat kutersungkur butuh topangan..

Ya, Tuhan Izinkanku menangis..

8 thoughts on “Tuhan, izinkanku menangis..

  1. mmm….
    sebagai teman barunya Imam, jangan2 aq termasuk golongan yang terakhir…😦
    mmmaaf…

    me: siapa ren-e itu??
    bukan kok, teman disini maksudnya bukan teman baru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s