akhirnya satu meja dengan Gubernur dan GM

Fadel Muhammad

Fadel Muhammad

hari itu hari kamis. secara rutin aku memang berpuasa hari senin dan kamis. kamis itu diawali dengan pagi yang senggang. pekerjaan kantor yang biasanya menumpuk telah tuntas sebelum masuk minggu kedua bulan Juni ini. tapi siangnya bos menyuruhku membuat slide untuk presentasi tentang proyek-proyek yang sedang dan akan dilakukan PLN di Sulaewesi Utara, khususnya Gorontalo. apa pasal? karena sang gubernur Gorontalo besok akan ke kantor kami dan membcarakan tentang proyek ketenagalistrikan yang ada di daeerah kekuasannya itu.

sebelum sore slide itu selesai. beberapa menit sebelum pulang, tiba-tiba bos minta siide itu diprint warna, dan dijilid. karena di ruanganku tidak ada printer warna, akupun bergegas ke ruangan lain. dan karena hari memang sudah sore, maka tidak ada satupun orang di ruangan itu kecuali cleaning service yang membersihkan tempat. tepat setelah aku berbuka (tentunya hanya dengan teh manis yang sudah disediakan cleanng service sejak tadi pagi) print selesai. selepas maghrib aku kira aku bisa makan. tapi tidak. “ee…. yang tadi masih ada yang kurang..”, ucap bosku dengan sebundel data di tangannya dan melaju ke ruangan. sedangkan aku menatap ratap ke hasil print-an warnaku yang sepertinya harus diprint ulang karena revisi dari bos tadi.

aku pun bergegas menuntaskan revisi itu dengan harapan bisa memasukkan karbohidrat, protein, dan serat secukupnya ke dalam perutku yang dari pagi tadi kosong tak terisi. hingga jarum jam menunjuk angka delapan, revisi itu belum tuntas juga. “masih belum lapar kan?”, tanya bosku. aku tidak menjawab karena memang seluruh mukaku sudah lecek dan raut mata yang sudah mengeluarkan urat-uratnya. lapar, capek, dan kesal. “sebentar lagi GM (General Manager) mau lihat presentasinya..”, ucap bosku datar. tapi bagiku itu adalah tanjakan yang berduri. kepalaku yang sedari tadi sudah memanas, bertambah panas karena ternyata slide presentasi bikinanku ini harus dipresentasikan ke GM, orang yang bahkan pegawai tetap pun sulit berbicara didepannya.

sekitar pukul sembilan bosku dan tentu saja aku menunukkan slide presentasi itu. suasana hatiku saat itu benar-benar nano-nano. lapar, capek, pusing, tegang, dingin (AC dengan suhu dibawah 20 derajat), dan bangga. Pak GM terus mengoreksi slide per slide nya. bahkan sesuatu yang teknis. ia sangat detail. saat itu aku tidak memperhatikan apapun kecuali Notebook Toshiba di depanku. hingga jam di ruangan itu menunjukkan pukul 1030. haaahhh…. Ya Tuhan, kasihan sekali perutku ini. ia belum mendapatkan haknya.

sebelum pulang, bosku menawari makan. tapi sepertinya rasa capek lebih mendorongku untuk cepat pulang. dan beliau berpesan untuk bergegas masuk kantor esoknya karena masih banyak yang harus diperbaiki. karena sang gubernur Gorontalo rencananya akan datang ke jalan hertasning ini pukul 9 pagi.

jumat, setelah senam aerobik di kantor (ini wajib, terpaksa), aku langsung ke rumah. mandi dan merevisi hasil evasluasi GM kemarin malam. sampai di kantor aku disuruh ke ruang rapat GM (ruangan yg digunakan untuk pertemuan dengan Gubernur). aku merevisi lagi, dan sekarang didampingi orang yg mau presentasi nanti, GM. setelah selesai, pak GM mulai latihan dilengkapi dengan (power[point)er] (orang sana bilangnya powerpoint, jadi rada ambigu ama aplikasi di office..)..

gubernur pun datang, tepat jam 11.15. dua jam lewat 15 menit telat dari yg diberitahukan bosku. belakangan ternyata bukan gubernurnya telat, tapi emang si bos minta kami datang lbh awal agar persiapannya mantap. ada baiknya juga sih. pasalnya setelah aku ke kantor dari rumah, ada bnyk revisi lagi disamping yang kemarin malam. setelah copy sini paste sana, slide baru final sekitar jam 10.00. dan beberapa manajer yang memang ada urusan lain..

Fadel Muhammad. gelarnya sudah doktor, ia katanya berlatarbelakang engineer. dengan muka khas arab, dan berbadan tegap, maka siapa yang tidak akan ternganga melihat wibawanya..ini terbukti ini kali yg kedua ia menjabat jadi gubernur. dan satu bukti lagi yang mungkin harus menjadi catatan warga gorontalo semua, ketika dengan sangat meyakinkan beliau mengatakan bahwa PLN tidak usah pusing mengurusi sengketa tanah dan birokrasi ketika ingin membangun proyek kelistrikan di gubernur. “serahkan semua pada saya, biar kami urus semua, kalian (PLN) tinggal kerja saja..”, tegasnya. “kita ini semua tahu, kalau birokrasi di Indonesia itu masih buruk. panjangnya bukan main, jadi kalau ada kendala birokrasi, segera hubungi saya”, lanjut pak Fadel.

perkataan tadi merupakan tanggapan dari gubernur terhadap presentasi GM sekitar 20 menit berlangsung. diskusi memang dibuat singkat mengingat hari itu adalah hari jumat. dan ada dua hal yang ingin Pak Fadel sampaikan kepada pln khususnya PIKITRING SULMPA. pertama, sama seperti perkataan di atas, jika ada kesulitan birokrasi atau tentang sengketa tanah, maka biarkan pemda yang menangani. perlu diketahui bahwa proyek ketengalistrikan di gorontalo bnyk tersendat karena masalah pertanahan. banyak warga yang menghargakan tanah untuk tapak tower dengan harga yang menjulang tinggi. peran pemerintah daerah memang disini. orang indonesia memang egois, listrik padam marah, rumah pegawai pln dibakar, ketika ingin dibuat jaringan, marah juga, bahkan sampe jahit mulut. ketika ingin membangun tapak tower, juga marah, demo…jadi maunya apa??

poin kedua yang ingin disampaikan pak Fadel ialah tentang Ramadhan. “karena sebentar lagi akan Ramadhan, jadi kami minta ke PLN untuk tetap menjaga ketersediaan listrik. jika boleh, kami minta genset untuk cadangan jika nanti padam”, jelas pak Fadel. “saya malu ke warga saya, waktu kampanye saya berbicara, ‘gorontalo bebas krisis listrik’, bisa mati saya nanti kalau ternyata gorontalo padam lagi. dan juga tentang pengembangan ekonomi yg terhambat karena minimnya pasokan listrik..”, lanjutnya.

setelah puas dengan presentasi kami, gubernur serta rombongan menikmati makan siang menjelang shalat jumat. seperti yang aku katakan, hanya ada orang penting di ruangan itu (kecuali aku), aku juga merasa minder apalagi ketika pak GM memperkenalkan satu persatu orang2 yang duduk di meja elips itu. tingkat menajer duduk di meja elips itu, sedangkan deputi dan asmen di kursi belakangnya, dan aku..(guess where??) aku di meja elips itu. di sebelah seorang manajer internal. ketika perkenalan sampe ke manajer internal itu, GM tidak melanjutkannya ke kursi di sebelahnya (kursiku) tapi langsung ke kursi belakang..(jadina weh salting…). tapi untuk acara puncak (makan-makan) aku tidak memandang manajer atau asmen, aku ikut berdesak-desakan mengantre di meja prasmanan dengan para manajer dan orang2 penting itu. bahkan para pegawai lain (yang mengurusi konsumsi, satpam, dll) belum berani mengambil piring..

akhirnya..

kapan ya bisa satu meja dengan departemen agama dan seorang wali(nya)..??

10 thoughts on “akhirnya satu meja dengan Gubernur dan GM

  1. Selamat deh…
    Padahal itu kan Gubernurku yak…
    Tp aq gak pernah milih beliau lho (ya iyalah, pas pilkada, aq melanglang buana entah dimana)🙂

    Utk yg terakhiir…
    Menyegerakan bukan berarti tergesa2 kan…

    me:
    menyegerakan memang bukan berarti tergesa-gesa, tapi jika sang masinis sudah menancapkan gas, apakah kita masih berjalan mendekati kereta??
    menyegerakan itu karena kita sudah mempunyai tiket, sudah membawa koper, sudah tau tempat tujuan..apakah kita harus menunggu kereta selanjutnya???

    duhh..perumpamaannya jadi riweuh gini…tp saya tidak sedang tergesa2 kok mba..

  2. Wah-wah..Salut ama perjuangan Imam di negeri orang nih…

    Btw, kirain dr judulnya tuh ketemuan sama gubernur sulsel..ternyata sama gub. gorontalo to…

    Kalo ntar2 ato besok2 ketemu Pak Fadel lagi, jangan minder, mam! Pede aja… Kalo perlu datangi dan salami beliau seraya memperkenalkan diri : “Saya alumni ITB juga, pak” – beliau juga kan alumni ITB…

    Sukses ya… Smangat!

    Wassalam

    me:
    klo Pak Syahrul kmrn juga udah…tapi bedanya ga dlm satu ruangan kecil. waktu itu pak Syahrul meresmikan penggalian pertama kabel bawah tanah di tanjung bunga…
    walaupun ga salaman atau foto bareng, tp minimal saya ikut membantu membuat teks sambutan General Manager dibacakan di depan gubernur..
    dan buat leaflet juga tentang kabel bawah tanah itu..
    he..he..

  3. hahahaha…

    yah…
    ternyata orang KUA dan wali itu akan menjadi lebih penting daripada orang2 penting itu ya mam…

    ditunggu…

  4. hahahaha….
    ga PLN, ga anak perusahaannya (IP),,
    ternyata wajib aerobik tiap jumat pagi ya?

    jadi inget masa2 KP :p

    me:
    jumat pagi adalah hari yg ditunggu2 gw…
    bukan hanya karena besoknya libur, tapi krn ada senam dan kegiatan olahraga lainnya..

  5. hmm…mam, jd pengen komen lagi.
    Kata orang, emang berat buat anak ITB pas awal2 kerja di BUMN. Pasti sering banget disuruh-suruh. Tapi katanya, justru itu untuk “memperlihatkan” orang itu. Jadi dikenal dan dipercaya. Soalnya katanya, anak ITB yang masuk BUMN itu memang “dipegang”, dikader supaya cepet sukses ke top management.
    Katanya lho….

    me:
    klo itu memang masih ‘berlaku’ sampe skrg, gw sih syukur2 ajah, tp apa iya org msh pake label gajah buat ngasih kerjaan??? tp yg jelas gw ga punya obsesi berlebihan di pln..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s