Ini saudara saya

“sebentar ya, saya mau melayani saudara saya dulu”, ucap seorang ibu berjilbab hitam menghampiriku di meja prasmanan. Aku jelas terheran. Tiba-tiba seorang yang kukira adalah pelayan kantin kantorku ini mengatakan seperti itu.

Setelah itu beliau terus bertanya tentang aku dan bagaimana tempat baruku di Makassar ini. Bahkan beliau menanyakan, “katanya kamu kemarin sakit? Sakit apa?”. Aku serta merta menjawab tentang gejala Thypus-ku yang mengharuskan dirawat selama dua hari tiga malam itu.

Pada obrolan berikutnya barulah aku tahu kalau ibu yang berjilbab hitam itu adalah isteri atasanku di kantor. Atasanku, sekaligus mentor-ku, Pak Maulana, adalah orang pertama di atasku. Jika boleh dikatakan aku adalah (calon) tangan kanannya (karena saat ini statusku masih magang).

Saudara saya… Itulah ungkapan terindah yang pernah aku dengar di pulau Sulawesi ini. Seorang yang bahkan aku belum tahu namanya, tinggal dimana, nomor hp-nya berapa, punya anak cewek nggak (lho…), ia langsung menyandangkan status ‘saudara’ kepadaku.

Jika mengingat momen itu, aku terasa teringat cerita guru ngajiku tentang sambutan kaum Anshar Madinah kepada Muhajirin Makkah. Mereka di-muakhkhakh-kan (disaudarakan) oleh Rosulullah Saw.

Sebelum kejadian ini juga, setelah aku keluar dari Rumah Sakit kamar 214 kelas 2, tiba-tiba seorang ibu-ibu menelponku dengan nomor 0411 didepannya. Aku merasa belum pernah membagi nomor hp-ku dengan orang Makassar. Tapi ternyata beliau adalah saudaranya Om-ku. Akhirnya ia beserta suaminya yang anggota Polisi mendatangi rumahku di Makassar. Mereka menyalamiku, berkenalan, dan tentunya memberikan buah-buahan, roti dan makanan standar orang sakit. “kalau kamu mau jalan-jalan, kamu sms saja nomorku”, begitu tawaran beliau kepada orang yang baru dikenalnya. Bahkan mengatakan, “kalau kau ada apa-apa di Makassar ini, kasih tahu saja Om-mu ini. Dia ini Polda”, katanya sambil menunjuk suaminya yang bercelana jeans, kaos ketat, rambut agak gondrong, kulit hitam, badan tegap. Ia memang sedang bertugas di bagian tindak kriminal (mabeskrim). “kau maen-maen lah ke tempat tante, dekat kok, dekat bandara rumahku. Kamu bilang saja Pak Arthe, semua orang juga pasti tahu”.

Indahnya saudara. Seperti sebuah taman yang penuh dengan bunga.

One thought on “Ini saudara saya

  1. salama
    anda dari makassar atau sunda sih? ganesha ers juga…
    hehehe..
    salam kenal, saya SI ITB 95…blogger angingmammiri juga..
    skrg tinggal di cibinong..

    blog mu bagus cess! mantap…

    me:
    sunda asli pak..
    makassar cuman tmpt kerja aja (mudah2an ga lama..he3…)
    iya..tapi saya bukan kuya, saya TL2003, tetangga lah..
    angingmammiri baru2 daptar..

    salam kenal juga bos!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s