Jangan Masuk Proyek!!!

“kamu besok masuk kantor ya, kita lagi banyak kerjaan nih”, pinta seorang berbadan tegap berkumis tebal di depanku, yang lebih ke arah perintah mungkin. Aku jelas spontan mengiyakan (walaupun besok adalah hari sabtu alias hari libur), karena biar bagaimanapun aku adalah calon pegawai di kantor ini dan beliau adalah mentorku (bos bahasa globalnya).

“Namanya juga kerja di proyek Mam, wajar lah kalo tiap hari pulang malam, dan hari libur tetep masuk”, cerita seorang temanku yang kebetulan lebih dulu masuk kantor itu. Nama kantornya Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan PT PLN (Persero), biasanya disingkat PIKITRING. Jadi kalau kalian bertanya tentang kenapa listrik di sana mati, di sini mati, kenapa banyak listrik dicuri, berapa tagihan listrik bulan ini, Pikitring bukan bidang yang tepat. Karena domain kerjanya pada pengadaan pembangkit-pembangkit yang menghasilkan listrik itu. Dan juga jaringan-jaringan kabel listrik yang kayak SUTET yang suka menjulang tinggi di tengah-tengah perumahan atau sawah itu. Jadi bagaimana caranya kebutuhan listrik di Indonesia itu terpenuhi, kamilah orang-orang yang mengadakan proyek-proyek (atau bahasa kerennya tender) ke kontraktor atau konsultan biar mereka bisa bikin pembangkit dan jaringan. Tapi jangan Tanya tentang proyek pembangkit di Banten atau Kalimantan. Karena wilayah kantor ini ‘cuma’ Sulawesi, Maluku dan Papua. Tapi nyantai aja, kantornya di Makassar kok, kota nomor 4 se-Indonesia.

Itu nama kantornya dan sedikit deskripsi kerjanya. Nah, sekarang dimana posisiku? Aku ngantor di bagian perencanaan umum. Sebenarnya perencanaan umum ini garis depannya proyek. Yang namanya sebuah proyek apapun itu, pasti akan mengubah fungsi dasar lingkungan, betul? Contohnya, buat PLTU, pasti harus nebang-nebang pohon, buka jalan, dan namanya proses industry pasti ada output dan waste yang dikeluarkan. Itu semua pasti akan mengubah fungsi dasar lingkungan, baik buat alam atau buat manusia. Nah, itu semua perlu ada kajian, namanya studi AMDAL. Di bagian perencanaan umum- lah semua itu dimulai.

Makanya ketika ada proyek di wilayah sana, maka kantorku-lah yang pertama kebagian tugas. Maka tiap hari pulang malam dan hari sabtu-minggu tetap masuk adalah hal biasa. Adalah tidak wajar jika seorang pegawai (apalagi calon pegawai) pulang pada jam kerja (16.30).

Gejala thypus

“kamu harus diopname!”

“apa dok?!”

Itulah, baru dua hari masuk kantor, badan sudah nge-drop. Panas dingin, pusing, lemes, pegal-pegal. Untung saja semua ditanggung perusahaan. Dan tentunya banyak teman-teman yang ngasih support luar biasa. Itu kayaknya yang bikin aku pulang cepet dari rumah sakit kelas 2 itu. Dan yang paling membuat badan seger kembali kayaknya bukan infusan (yang bikin pengen kencing melulu). Tapi ada satu sms yang menyuruhku membaca Surat Al-Hadiid : 22-23 dan Al-An’am : 59. Aku pun membacanya, membaca artinya, dan kemudian berdzikir sebelum akhirnya mata terpejam. Sekitar dua jam tertidur, badan berkeringat, segar, pusing hilang, dan sudah mulai bosan dengan kamar 214 kelas 2. Ajaib memang, tapi itulah sebuah doa.

Tapi, disanalah semuanya bermula. Teman-teman mess-ku (yang baru dua hari kenal), ternyata adalah teman-teman yang sangat peduli dan baik hati (rajin menabung, patuh pada orangtua, bertenggang rasa, dan saling menghormati). Sampai di kantor, bos-ku juga menanyakan kabarku, petugas kantin, bagian administrasi, deputi manager, bahkan seorang office boy (yang kebetulan motornya dipinjam waktu sakau ke rumah sakit). Hikmahnya, ternyata ada keluarga baru di sini. Orang-orang baik itu ada di Sulawesi juga lho, itu mungkin yang ingin dikatakan Tuhan.

Sekretaris pribadi

Tapi, jangan kalian bayangkan bahwa awal-awal kerja itu adalah hari-hari berat. Karena kerjaanku selama dua minggu kerja adalah foto kopi, mengantar dokumen ke bapak ini, dan yang paling ‘menyebalkan’ adalah mengetik ulang dokumen-dokumen tahun lalu yang masa proyeknya sudah habis. Mungkin si bos pengen tahu dulu berapa tingkat kekuatan pengetikan, karena kerjaan ke depannya memang ngetik-ngetik dokumen kontrak. Atau mungkin pengen ngejajal mental dan tingkat kepatuhan sang anak buah.

Buktinya, hari sabtu saat aku harus masuk kerja, ternyata tidak ada sama sekali kerjaan (yang katanya ‘kita lagi banyak kerjaan nih’). Aku menunggu dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Dan kerjaanku yang benar-benar berhubungan dengan yang beliau kerjakan hanya menga-attach dokumen hasil kerjaannya seharian dan mengirimnya ke alamat email seorang konsultan. Sisanya cuman ngetik ulang dokumen pengadaan jasa tahun 2007 (semacam proposal untuk membuat dokumen kontrak). Kalau lagi kuliah maka yang pertama dilakukan adalah mencari softcopy-nya atau master dokumen itu, tapi ya itung-itung baca lah, jadinya dikerjain juga.

Dan ternyata hari minggu pun masih masuk. Aku hanya ikut saja, mungkin ini salah satu proses percepatan anak buah menjadi seorang bapak buah. Aku kira akan berbeda dengan hari sabtu yang hanya disuruh kirim email, ternyata memang itulah kerjaanku. Lebih cocoknya kerjaanku adalah menemani sang bos kerja dan sewaktu-waktu dipanggil jika bos ada masalah dengan Microsoft Word-nya. Semacam sekretaris pribadi lah.

Entertain

Walau hari-hari kerasa padat tapi tetep, namanya juga anak muda. Tak tahan kalau tidak keluar rumah. Disamping sudah mempersiapkan game-game menarik di laptop dan tentunya film-film, ada juga jadwal keluar. Hari sabtu ada dua olah raga, badminton dan futsal. Semuanya gratis. Futsalnya di rumput sintetis man. Keren lah. Ada juga fitness. Ini juga gratis. Instruktur siap setiap saat. Dan bilyard, yang ini aku belum pernah ikut maen bareng. Tapi, teman-temanku rutin nyodok. Dan mungkin aku juga sekali-kali. Soalnya yang ini nggak gratis bo.

Mall?? Jangan ditanya. Sekitar satu kilo dari mess ada kawasan mall yang menggabungkan tiga mall besar: hypermart, carefour, diamond, yang pastinya lengkap yang lainnya juga, 21, foodcourt, macem-macem lah.

Oiya, satu lagi yah, cewek. Jangan ditanya deh kalau cewek Makassar mah. Kalian search aja di friendster atau facebook, muka-muka cewek Makassar kayak gimana…beuuuhhh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s