I just run!

“Kamu kemana aja? bimbingan sama saya saja baru sekali, itu pun 2 bulan yang lalu. emangnya kamu mau lulus kapan?”

“Maaf, pak, saya kemarin ngerjain penelitian buat lomba, jadi waktunya banyak kebuang. Kalo data yang lomba dijadiin data TA gimana pak?”, aku membujuk.

 

“Data ini bagus, tapi belum lengkap. Masih banyak yang kurang. variasi yang kamu buat ..bla..bla..bla..”

 

“Ya, udah pak, kalau begitu saya mengulang penelitian saja dengan variasi dan data yang lebih lengkap”, aku menyerah. Setelah itu, ia memberi arahan harus ini dan itu.

Dari sini, tekad untuk lulus oktober sepertinya sirna, dan dengan lapang dada kusiapkan diri untuk mengundur kelulusan. Dan bersiap untuk wisuda maret alias wimar..

***

Berawal dari rasa penasaran, ‘masih bisa ga yah lulus oktober?’ Pertanyaan itu seperti dikirim Tuhan untuk terus dipertanyakan. Pertanyaan itu cukup berat karena deretan jawaban untuk menolaknya sangatlah banyak.

Tapi, hari Sabtu dan Minggu ini kucoba membuat analisa lain dari data yang ‘jelek’ itu. Statistika. Ya, tools ajaib ini kayaknya bisa menyulap data-data itu. Belum kering rasanya semangat itu, tiba-tiba temanku di matematik angkat tangan, ‘wah, anak S1 belum belajar kayak ginian, mesti ke S2’. Oke, rintangan mulai datang..tapi, ia memberi rekomendasi anak2 S2 yang ahli di bidang itu. Walhasil, datapun selesai dianalisa dengan statistika. Itu pun setelah menghubungi 2 anak S2 matematika ITB yang pinter2, dan perlu diketahui, mereka juga butuh baca2 dan mikir panjang dulu, buat ngebahas data yang ‘jelek’ itu.

Negosiasi

“Bagaimana? udah ada hasilnya?”, prof itu menyapa.

“Begini pak, di luar penelitian yang akan saya lakukan, saya mencoba menganalisa data saya yang dulu dengan statistika pak, dan datanya seperti ini..”, aku memberikan beberapa kertas hasil hitungan.

“Kamu coba ketik yang lebih rapi. Analisa ini tidak jelas, mana variasi 1, mana variasi 2…bla..bla..”

Rintangan kedua. Okeh. Fine. Aku terus berlari merapikan data dan analisa. Besoknya aku kembali dengan kertas yang lebihtebal dan rapi.

“Ya udah kamu seminar sekarang ajah biar bisa lulus oktober!”

(heehh…)

“Maksud bapak?? Pengumpulan terakhir draft makalah seminar kan besok pak”

“Iya, kamu masukin ajah, tapi analisanya ditambah yah..”

Siang itu aku tidak mempedulikan panasnya Bandung, atau riuhnya pasar balubur. Aku terus berlari. I just run, kalau kata Forrest Gump. Aku telpon master2 statistika. Tidak hanya dua, tapi 3 orang sekaligus, dua orang diantaranya sudah bergelar magister (M.Si). Tepat pukul 5 sore di laboratorium statistika di matematik, analisa yang diminta prof sudah keluar hasilnya. ffiuhh…akhirnya.. Malam ini pun harus mengerjakan draft makalah seminar, plus resume dalam bahasa inggris (yang ini yang ga suka, secara toefl cuma *74).

Draft Makalah Seminar

Jam sudah menunjuk angka 14.30. Draft terakhir harus masuk pukul 16.00. Dan saat itu, progress masih banyak yang kurang. tiba-tiba saja sms masuk,

‘bisakah anda menjadi asisten pam semester ini?’ -pak ********-

I just run. Satu detik bagiku sekarang adalah mahal harganya. Sms itu pun terpaksa dikacangin. Tak lama kemudian…

woi, pa kabar? gw ada orderan nih, bikin 100 pcs kaos, bahan combat, pokoknya kayak black id gitu deh..bla..bla..’

Aku pun terpaksa balas, ‘sori gw lg sibuk skrg, ga bs dganggu!!’, ehh dia malah bales, ‘emang lg sibuk apaan?’

 

AARRGGHH…..

Tepat, pukul 15.45. Draft selesai! Aku berlari kencang, menuruni tangga lantai 4 asramaku, menyusup di keramaian jamaah shalat ashar di Salman, melewati arus mobil di depan parkir SR yang mulai ramai, danterus berlari di penuhnya kendaraan di parkir SR..dan tiba2 telpon masuk..’bisa jadi asisten pam nggak??’ tut. Aku tidak sempat menjawab karena telpon keburu dimatikan. Ah, bodo..aku terus berlari melewati padatnya mahasiswa yang sedang latihan di UKM dan LSS..Dan tiba2 seseorang menghentikan langkahku,

Maaf mas, mau tanya, kalo 9009 di mana yah?”

ARRGGGH…

“Tuh, disana! di belakang lo.”, jawabku terengah-engah dan kemudian berlari lagi.

Seperti lomba lari estafet, aku mengejar staf TU yang sebentar lagi menutup kantornya..

Pukulan Mematikan

Minggu-minggu ini pun kuhabiskan waktuku di lab untuk mencari data tambahan. Dan selain itu pun, kusiapkan presentasi seminar, walaupun dengan waktu yang mepet. Bayangkan saja, slide baru dibuat jam8 malam, dan itupun harus dengan bahasa inggris..Besoknya kelopak mataku masih bergaris-garis hitam karena baru bisa tidur jam 2, dan harus presentasi jam 11 pagi pula.

Seminar selesai, bukan berarti bisa sidang. Sewaktu aku melaporkan hasil dataku, aku ingin bertanya ke prof, tentang nasibTA-ku, karena draft TA harus dikumpul tanggal 4 september, tapi sampai saat ini beliau belum menyuruh membuat bab 1, bab 2 atau bab 3.

“Maaf pak, pengumpulan draft TA kan paling lambat tanggal 4 pak, jadi…”
“Emang kamu bisa sidang sekarang???”, pertanyaan itu sederhana tapi mematikan. Ia menyela begitu saja dan memberi pukulan mematikan kepadaku di depan satu mahasiswa S1 bimbingannya dan 2 orang mahasiswa S2. Semangat membaraku sirna. Sepertinya ini jawaban pasti dari kepastian kelulusanku. Aku tidak lagi berlari. Aku hanya berjalan pelan dengan kepala menunduk.

Satu Kejutan

Professor itu memberiku kejutan besar di hari senin tanggal 3 september 2007.

“Gimana udah selesai belum?”, tanyanya sambil berjalan dan tentu dengan tersenyum

Aku sedikit bingung. Apa maksudnya?Aku memberanikan diri masuk ruangannya.

“Gimana kamu udah selesai?”, tanyanya kembali.”

“Belum sih pak, masih ada 3 parameter lagi yang belum diukur, ngukurnya lama pak”, jawabku.

“Ya udah deh, kamu sidang sekarang ajah. Parameternya ga sudah diukur semua, ukur 1 ajah. Draftnya kapan maksimal dikumpulkan?”, jawabnya ringan.

(APA????)

“Ttt..tanggal 7 pak”, aku masih gugup takpercaya.

“Ya udah, masih sempet kan ngukur satu parameter lagi. Nanti kalu masih ada waktu kamu ukur parameter lainnya”

“Ii..iya pak. Terima kasih banyak pak”

Aku kembali berlari kencang. Mentari terasa bersinar kembali. Aku menengadah menyambut kehangatannya..Bersyukur atas karunia-Nya. Aku berteriak-

idictator_by_pilsnerkorven.jpg

teriak kegilaan di hadapan teman-temanku. Langsung melepas jaketku yang coklat dan

menggantinya dengan jas lab yang putih. Bersiap lari kembali. I just run!

5 Hari Mencari Sidang

Hari senin dan selasa siang kuhabiskan waktuku di lab. Shalat, makan, bahkan tidur. Sorenya aku harus segera membuat draft TA. Gila aja..draft TA-ku masih nol. Dan ternyata, aku tidak bisa masuk windows. Hardisk-nya ga bisa dibaca!!!

AARGHHH…kenapa harus sekarang?!!

Akhirnya abis isya, windows pun aku bisa masuki. Tapi perjuangan belum usai jendral..Karena komputerku kedatangan tamu tak diundang, dr watson. Ini bukan dosen inggris yang dulu ngasih kuliah tentang udara di TL. tapi ini virus terbaru.

ARRGGHH…,belum ada data yang disave ke flash disk!!! Akhirnya kuusir dia dengan install ulang windows..

Baru jam 2 pagi sampai jam 10 pagi, aku bisa bekerja. Bab IV selesai. Hari rabu itu aku menghadap prof dan menyelesaikan administrasi pengajuan sidang yang njelimet banget. Mulai dari beres2 alat lab yang harus dicuci sampai bersih, ganti alat yang rusak, tulis bahan2 yang dipake, dan minta tanda tangan ke semua lab di TL, laboran dan kepala labnya.Lab selesai. Tinggal tanda tangan. tapi ada satu yang belum yang aku lupa. Revisi makalah seminar…revisi itu harus dikumpul jam 4 sore. Setelah zhuhur aku menuju komputerku dan mengedit makalah seminar. Tepat jam 3 sore semua makalah udh di print. Belum selesai kawan. Aku lupa, ternyata nomor halamannya mesti mengikuti standar. Kucoba untuk menelpon, tapi pulsa abis. Aku membeli pulsa dan menanyakan formatnya. Baru memulai lagi pengeditan jam 15.30 karena harus shalat ashar dulu. Edit selesai, tinggal print. Dan ternyata Tuhan masih mengujiku. Tinta printer abis. Akupun bergegas mengisi. Setelah itu, ternyata perjuangan belum berakhir karena hasil print yang keluar tidak bertinta padahal head tinta udh full.

ARRGGHHH…

Waktu menunjukkan pukul 15.50, printer masih di maintenance. Aku langsung menelpon koordinator seminar, dengan sedikit kecewa dia membolehkan untuk diukumpul besok pagi. alhamdulillah…

Dan ternyata tinta bisa berjalan kembali jam 16.10…aku dan temanku saat itu hanya tertawa keheranan….

Hari kamis kuputuskan untuk menyelesaikan tanda tangan. Dan memulai pengerjaan draft TA yang tersisa, bab 1, bab 2, bab 3, dan bab 5..wow, masih banyak ternyata..sorenya aku sengaja ke ***mart untuk membeli perbelakan perang.K arena malam ini HARUS tidak tidur. Setelah isya pekerjaan itu dimulai. Tidur hanya 3 jam kurang, jam 2 pagi mulai lagi. Tepat jam 10.30 pagi hari jumatnya, semua bab selesai, berarti tinggal lampiran, daftar isi, daftar tabel dan gambar (hah..tinggal??). Aku baru teringat, kalau administrasi sidang belum terpenuhi, surat persetujuan dari pembimbing, pasfoto, dan tanda tangan kepala prodi. Aku pun berlari meminta tanda tangan professor. belum satu menit aku di ruangannya, aku harus berlari lagi ke depan komputer, karena beliau meminta seluruh draft TA harus diprint untuk ia lihat. Jam 11 aku mulai print, baru 11 halaman, tinta abis. Aku isi lagi, dan kejadian yang dulu terulang. Printer harus di maintenance dulu..UGHH..sambil menunggu aku sempatkan untuk foto dengan kamera digital. Dengan mata masih hitam, rambut masih gondrong acak2an, badan masih lelah, aku terpaksa tersenyum untuk difoto. Karena foto ini yang ditempel di ijazah nanti. Teman2ku bahkan rela ke J**as untuk ini. Biar angle-nya bagus, katanya.

Jam satu aku kembali ke ruangan prof. Aku serahkan semuanya, dan dia langsung tanda tangan tanpa melihat isi draft itu. Sedikit kecewa, tapi tak apalah, yang penting selesai. Aku kembali ke depan komputer untuk membakar draft dan foto ke CD. Tapi aku lupa, daftar isi, daftar tabel dan gambar, serta lampiran belum dibuat….oh, my God…

Dengan cara manual aku mengerjakan semuanya (soalnya, ktanya ada yah cara cepetnya buat daftar isi..). Tepat jam 15.50 semuanya sudah dibakar….aku pun berlari dan berlari…untungnya tidak ada telpon yang masuk atau orang yang nanya ruangan…

Hampir saja de javu, kejadian ini persis waktu pengumpulan draft seminar. Akhirnya draft TA ku berhasil sampai di meja TU. Aku pun bisa bernafas lagi. Bisa menghirup udara dalam-dalam dan merasakan kesegaran perjuangan hidup ini. Malamnya aku tidur setelah isya dan baru bangun sebelum adzan shubuh…ffiiuhh…

quiz: hitung kata ARGGHHH..dalam tulisan di atas?

jawaban kirimkan ke https://alkarami.wordpress.com atau ke mutiarahati.alkarami@gmail.com atau ke myvirus_alhariz@yahoo.com (via YM juga bisa) atau ke nomor +62 813 899 350 73

4 thoughts on “I just run!

  1. hahaha
    mam, asa mirip2 kejadian urang oge tah
    bahkan urang geus hampir ganti pembimbing pas gagal wismar kamari
    tapi ya alhamdulillah sekarang dimudahkan
    intinya mah jangan manja dan jangan menyerah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s