syndrom sakit jiwa

menegangkan.

deg-deg-an.

dan yang pasti adalah membuat ritme jantung, otak, hati, dan pikiran menjadi tidak stabil.

mungkin seperti menunggu pengumuman hasil SPMB di internet atau di koran, atau juga dari teman. mungkin juga seperti menunggu hasil pertandingan Indonesia-Korsel di laga piala asia kemarin. semua itu dipenuhi rasa kegelisahan yang sangat besar. terlebih pada detik-detik terakhir.

detik terakhir. yah, itulah titik puncaknya. semua orang akan merasakan sensasi yang berbeda ketika melewati titik ini. sang suami selalu tersenyum setiap hari sambil mengelus-elus perut isterinya yang sedang hamil. begitu juga sang isteri, ia sudah tak sabar ingin menggendong sang bayi. tapi, detik-detik menegangkan ketika sang suami harus mondar-mandir di teras rumah sakit, dan detik terakhir ketika sang isteri sedang memperjudikan nyawanya, telah memutar keadaan itu semua. semuanya tegang, tak terkecuali dokter dan para suster.

tegang dan membingungkan. inilah rasa yang sangat terasa di detik-detik terakhir ketika tidak ada lagi sks yang harus diselesaikan kecuali Tugas Akhir. orang bilang syndrom mau lulus. pada fasa ini biasanya sebagian orang tidak ingin ditanya tentang statusnya, apakah masih menjabat mahasiswa atau masih dikejar-kejar dosen pembimbing. sebagian lagi bingung karena belum tau apakah mau menikah, kerja, atau lanjut kuliah.

biasanya ketegangan tidak hanya dipacu dari kondisi yang bersangkutan, tapi juga kondisi lingkungan. misalnya kerja, ia bingung harus milih kerja dimana, bidang apa, dan di daerah mana. secara teman2nya udh pada diwawancara dan ikut tes, dia masih ajah bingung. bingung karena TA belum kelar2, IPK ga masuk, ga bisa bikin application letter, ga bisa bikin CV, dsb…

lanjut kuliah??? biasanya ia bingung karena ga pede, apakah bener gw serius di bidang gw. ip gw ajah jeblok masa’ mau nerusin kuliah juga..atau pusing karena toefle-nya ga pernah nyampe 500. secara kuliah di luar itu minimal segituh klo mau beasiswa…

nikah????
nah, yang ini yang lebih menegangkan….
tegang, karena secara piskologis ia harus cepat menggandeng seorang bidadari dunia. dan ada kekhawatiran jika ia tidak cepat2, takut calonnya diambil orang lain, yang mungkin lebih lebih lebih baik dari dia. karena kita ga bakal tau kalo sang bidadari itu sudah ada yang punya atau belum…
persis seperti cerita ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s