Archive for the ‘makassar dan tetangganya’ Category

Selain ada Hari Kesadaran Nasional yang dilakukan dalam bentuk upacara setiap tanggal 17 tiap bulannya, PLN juga punya hajatan besar tiap tahunnya, yaitu Hari Listrik Nasional. kedua perayaan hari tersebut memang asing. saya saja baru mengenalnya setelah masuk PLN. Hari Kesadaran Nasional acaranya bukan hanya upacara biasa layaknya anak-anak SD upacara pada hari senin. tapi, [...]

jam sepuluh pagi ketika kerjaan sedang numpuk-numpuknya di kantor, tiba-tiba pertutku berbunyi… laper… ternyata roti dan segelas energen ga cukup buat ganjel perut dari pagi ampe zhuhur.. dan pada saat yang bersamaan pikiranku tiba-tiba membayangkan sebuah makanan rumah yang kusuka..teri nasi dicampur kacang tanah yang digoreng kering..ada pedas-pedasnya dan agak manis..biasanya umi (ibu, b.arab) mengkombinasikannya [...]

“waktu itu seperti pedang, yang akan menghunusmu..”, temanku bilang.. “jika ingin dihargai,maka hargai dulu orang lain”, ada juga yang bilang.. “jangan sia-siakan mudamu, teruslah berkegiatan. terus berkarya”, temanku saat itu.. “kenapa? kok pucat? lagi ada masalah ya?”, seorang temanku ketika ku tertunduk.. “ayolah, cerita..biar semuanya plong..”, temanku saat aku tersedu.. “besok main bola yuk..jangan lupa [...]

Fadel Muhammad hari itu hari kamis. secara rutin aku memang berpuasa hari senin dan kamis. kamis itu diawali dengan pagi yang senggang. pekerjaan kantor yang biasanya menumpuk telah tuntas sebelum masuk minggu kedua bulan Juni ini. tapi siangnya bos menyuruhku membuat slide untuk presentasi tentang proyek-proyek yang sedang dan akan dilakukan PLN di Sulaewesi Utara, [...]

apa yang kamu bayangkan ketika seorang napi yang baru saja keluar dari penjara? pasti ia akan sangat senang dan akan menghabiskan masa-masa indah di luar sana. apa yang kamu bayangkan jika seorang tentara yang dikarantina sekian tahun dan tiba-tiba mendapat jatah libur? pasti ia akan sangat senang dan berjalan-jalan ke sana ke mari. itu yang [...]

“sebentar ya, saya mau melayani saudara saya dulu”, ucap seorang ibu berjilbab hitam menghampiriku di meja prasmanan. Aku jelas terheran. Tiba-tiba seorang yang kukira adalah pelayan kantin kantorku ini mengatakan seperti itu. Setelah itu beliau terus bertanya tentang aku dan bagaimana tempat baruku di Makassar ini. Bahkan beliau menanyakan, “katanya kamu kemarin sakit? Sakit apa?”. [...]