Jarang aku menyebut sekolahku adalah pesantren, walau di gapura depan tertulis ‘pesantren unggul’. Bukan karena malu, tapi memang sekolahku tidak memenuhi kriteria sebuah pesantren – setidaknya menurutku. Dimana-mana pesantren tentu ada kiayinya, ada ulama tersohornya. Di SMA-ku titel guru baru sampai pada ‘ustadz’. Gelar akademik paling bantar S. Ag (Sarjana Agama). Yang lainnya gelar akademik [...]
Archive for the ‘cerpen’ Category
Boleh percaya atau tidak. Aku pernah merasakan menjadi ‘malaikat’ selama setahun. Hebatnya lagi, aku menjadi malaikat pencatat amal keburukan, malaikat Atid. Perlengkapannya sederhana, hanya membawa map warna kuning yang di dalamnya ada daftar nama, tanggal dan bulan, jenis pekeraan yang tidak dilakukan, dan di bawahnya ada konversi sebuah hukuman. Hebat kan? Tapi bukan malaikat beneran, [...]
Suatu hari Arai berkata, ’Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu’. Ikal dan Arai pun berpetualang ke Eropa, mendapat gelar S2 di sana. Mereka melakukan petualangan hidupnya dari mimpi ’kecil’ di sekolah kumuh di Belitong. Seperti itulah kisah Laskar Pelangi diceritakan oleh Andrea Hirata. Donny Dhirgantoro dalam novel 5 cm mengatakan ’Gantungkan keinginan lo 5 [...]
Temanku bilang bahwa kopi diminum hanya untuk membuat mood kita bagus. Karena setelah itu biasanya ide-ide kreatif bermunculan. Peneliti di Harvard bahkan menemukan fakta bahwa peminum kopi memiliki resiko terkena diabetes lebih kecil. Kafein yang terdapat dalam kopi ternyata membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga dapat proses pembakaran akan lebih banyak. Tapi, cukup dua cangkir saja [...]
Pagi yang cerah kurasa. Walaupun mata ini masih terasa berat untuk membukanya lebar-lebar, aku dan teman-temanku berangkat outbound. Outbound ini merupakan rangkaian pelatihan yang telah diadakan 3 hari sebelumnya. Aku tidak termasuk dalam kepanitian acara ini. Aku hanya bantu yang aku bisa. Termasuk pagi ini, tidak ada kegiatan berarti hari itu. Aku pun menggantikan salah [...]
Pakaianku sudah rapi. Kemeja dan celana putih serta keris di pinggang. Pakaian adat sunda itu kian mengentalkan suasana di sebuah masjid perumahan. Suasana yang begitu amat sakral bagi semua orang yang ingin menjadikan dirinya sempurna seperti bulan purnama. Tak jauh dari masjid itupun ada gedung yang sudah didesain dengan bunga-bunga dan sentuhan artistik yang romantis. [...]
“Androgen Insensitivity Syndrome*)”, katanya tegas. “ehh..”, Adri mengernyitkan alis, serasa awam dengan istilah itu. “jadi gua punya kelainan genetik. selain memproduksi testestoran, gua juga punya estrogen.hormon buat cewek”, Ando menatap lebih tajam pada temannya Adri yang sedari tadi terperangah tak percaya atas pengakuan teman dekatnya itu. “jjaa..jadi, lo punya..” “iya, gua punya dua alat kelamin. [...]
“mah, aku ga bisa datang sore ini”, suara lirih Tiara di Handphone Samsung-nya. “tapi, Aris minta mamah kalau kamu harus ikut. soalnya dia harus dapat jawaban dari kamu secepatnya”, bu Isti masih dengan sabar membujuk anaknya. “aku harus ikut mengantar Dewi ke bandara mah, aku sudah janji duluan, dia teman baik aku, dia ikut suaminya [...]
Jam di tanganku sedari tadi sudah menunjukkan angka 11.05. angin yang dingin berusaha menghangatkan kedekatan kami – yang begitu dekat – malam itu. Aku masih memegangnya, aku masih menatapnya, bibirkupun masih bergetar karenanya. Entah sejak kapan hubungan ini terjalin. Aku pun lupa. Bisa jadi sudah sejak dulu – sebelum aku mengenal kalimat-kalimat ini – atau [...]
“aku pergi dulu ya..” “mau kemana?” “…” “kita ‘kan baru aja ngobrol, ko’ udah mau pergi lagi?..” “daahh…assalamu’alaikum” “hati-hati..” *** Seperti biasanya, sore ini aku membuka resep makanan yang baru aku dapat dari suatu majalah. Pan cake mangga. Wah…enak sepertinya. Mungkin karena ibuku berasal dari Indramayu, makanya aku lebih suka menggunakan mangga sebagai icon utama [...]



