Demi partikel yang sangat halus
Yang membawa beban sangat berat
Yang berjalan dengan mudah
Yang mempunyai tugasnya masing-masing
Aku terkejut sesaat. Khutbah Jumat di masjid Salman Bandung memang sering menarik untuk disimak. Bait di atas adalah sebuah tafsiran dari empat ayat pertama Surat Adz-Dzariyat.
“Dan partikel yang sangat halus itu dalam dunia fisika disebut quark, string atau quanta”, tambah khatib yang sudah meraih gelar doktor itu. Aku tambah bingung. Quanta? Benda apalagi itu.
“Para ilmuwan telah sepakat bahwa saat ini partikel yang paling kecil itu quanta, bukan lagi atom. Dan ia tidak nampak. Saking halusnya. Saking kecilnya. Tapi ia memerankan tugas yang besar”, tambahnya lagi.
*
Seorang muda mendekati Andrew Carnegie, miliuner baja terkaya di Amerika Serikat pada zamannya. Pemuda itu menawarkan sebuah formula yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan Mr, Carnegie. Tak tanggung-tanggung, ia meminta imbalan US$ 100.000. Dan Mr. Carnegie pun menerima asalkan terbukti ampuh. Apa gerangan formula ‘ajaib’ itu?
Formula itu hanya meminta Sang Miliuner untuk menuliskan sebelum tidur tentang lima hal penting yang ingin ia kerjakan esok harinya, berdasarkan urutan prioritas. Dan harus berkomitmen akan mengambil tindakan-tindakan besar untuk mewujudkannya. Jika ia hanya mampu menyelesaikan tiga tugas, maka dua tugas berikutnya dijadikan target hari berikutnya, ditambah tiga tugas baru. Dan aku yakin Mr. Carnegie bukan orang bodoh yang mau mengambil tawaran formula US$ 100.000 itu.
Iseng-iseng aku mencontek formulanya Mr. Carnegie. Aku membuat coretan tentang mimpi-mimpi yang ingin dicapai di satu tahun terakhir masa kuliahku. Mulanya iseng. Tapi aku merasa harus menuliskan itu dengan kesungguhan. Karena tak ada prestasi yang membanggakan selama kuliah.
Aku menulis, ingin mendapat beasiswa S2 ke Jepang, juara I lomba penelitian, dan ingin menikah. Yang terakhir ini agak susah mem-breakdown-nya. Mendapat beasiswa, tinggal apply, ikut seleksi, TOEFL 500. Lomba penelitian, tinggal hire orang-orang cerdas, konsultasi dengan dosen. Menikah? Aku bingung. Pacar tidak punya. Bakat menggombali wanita pun tak ada.
Tapi secara sadar, aku betul-betul membutuhkan sosok pendamping yang bisa men-support, memberi masukan, melengkapi. Karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Dan ketika kekurangan dan kelebihan antarmanusia itu klop, maka sempurnalah mereka. Pasangan ideal. Itulah yang aku harapkan dalam coretan itu. Masalahnya, siapa gerangan wanita yang bisa melengkapi itu?
Aku menuliskannya dan mengingat-ingatnya setiap menjelang tidurku. Dalam sujudku. Dalam doaku. Berharap wanita itu datang.
Dan keajaiban itu tiba. Dalam sebuah malam tiba-tiba saja aku bermimpi sedang melangsungkan akad nikah dengan seorang wanita yang asing, tapi aku kenal orang itu siapa. Aku tak tahu namanya, tapi aku tahu dia kuliah di jurusan mana. Kali pertama melihatnya ketika temanku menunjukkan kenalan barunya yang ia kagumi. Ia menunjuk ke seorang wanita berjilbab. Itulah tuan putri – begitu aku menyebutnya. Dan tiba-tiba tuan putri hadir dalam mimpiku tanpa permisi.
Beberapa minggu setelah mimpi aneh itu, kami seolah dipertemukan oleh Tuhan. Tiba-tiba aku harus menghubungi seseorang yang berkaitan dengan tugasku di organisasi kampus. Dan tuan putri-lah orang yang harus aku hubungi itu. Maka komunikasi pun dimulai lewat Yahoo Messenger, email dan SMS. Bertukar pikiran, cerita hobi, sampai tips memilih makanan sehat.
Ketika Tugas Akhir-ku di ujung kegagalan. Data hasil penelitianku kacau. Analisismu lemah, kata professor pembimbingku. Kamu harus analisis dengan statistik varian tiga faktor, tambahnya lagi. Sidang sempat ingin aku tunda, karena statistik adalah malam bagiku. Gelap. Tak ada cahaya. Maka ia, tuan putri, hadir bagai purnama. Ia seorang mahasiswi matematika. Bingo!
Ketika sedang ngobrol dengan seorang teman di dunia maya. Tiba-tiba ia menyuruhku untuk segera menikah karena segudang permasalahan yang telah aku diskusikan tadi dengannya. Dan secara spontan, temanku berkata, “bagaimana kalo dengan ‘tuan putri’ saja, dia orangnya, bla..bla..bla..”.
*
Setelah mendengarkan khutbah Jumat yang penuh pembuktian ilmiah itu, aku bertemu dengan seorang teman semasa kuliah dulu.
“Ajaib!”, temanku setelah menyeruput kopinya.
“Kenapa?”
“Aku kemarin ikut pelatihan. Ajaib. Aku bisa mecahin keramik cuma dengan jatuhin lampu bolham dari ketinggian 50 cm”, katanya semangat.
“Kok bisa?”
“Kekuatan perasaan. Pikiran. Keyakinan. Keihklasan. Syukur”, terangnya.
Dalam perjalanan aku masih berpikir keras tentang lampu bolham yang bisa memecahkan keramik itu. Saat itu aku membayangkan keramik adalah sebuah preparat, dan bolham sebuah besi baja, inilah password-nya kenapa keajaiban itu terjadi.
Fisika Kuantum. Penemuan yang melahirkan ilmu fisika cabang baru setelah Fisika Newton. Jika Fisika Newton mengurusi benda-benda yang tampak: benda, molekul, atom, partikel; maka benda tak tampak urusannya Fisika Kuantum: quanta, energi vibrasi.
Fisika Kuantum erat kaitannya dengan Hukum Tarik-Menarik (The universal law of attraction). Hukum ini berbunyi bahwa sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya. Jika pada awal hari kita ‘memutuskan’ untuk tersenyum dan mengatakan pada semesta bahwa hari ini akan menjadi hari yang indah, maka sepanjang hari yang kita jalani akan terasa indah.
Quanta adalah energi pada sebuah materi yang paling kecil. Manusia – pada bagian terkecilnya – juga adalah sebuah quanta. Karena manusia juga sebuah materi. Maka ia memiliki perasaan, pikiran, sakit hati, senang, ini semua adalah the invisible things, quanta. Begitu juga dengan semesta ini yang memiliki materi terkecil berupa quanta. Ia akan menjalani Hukum Tarik-Menarik dengan quanta di dalam diri manusia. Seperti hukum gravitasi bumi dan bulan. Seperti itulah mekanisme ‘tarik-menarik’ bekerja. Jika kita memfungsikan perasaan positif (quanta) dalam diri kita, maka itu akan ‘menarik’ perasaan positif lainnya dari manusia yang ingin kita rasa, dari benda yang kita inginkan, dari kehidupan yang ingin kita raih.
*
Aku sadar ternyata coretan iseng yang terpatri kuat dalam hati dapat menjadi realita luar biasa. Dan transformasi itu ternyata sejalan dengan teori Fisika Kuantum, teori quanta, dan Hukum Tarik-Menarik. Mimpi itu kutulis akhir tahun 2006. Dan tuan putri muncul pada pertengahan tahun 2007. Ia datang perlahan. Tanpa permisi. Sekelebat. Tapi aku langsung kagum padanya. Kekuranganku ada padanya, kekurangannya ada padaku. Kami pasangan sempurna, aku kira. Quanta yang ada pada dirinya begitu kencang menarik quanta-ku. Partikel halus itu sedang mengadakan hubungan tarik-menarik yang sangat kuat. Dan perjalanan hubungan itu berjalan dengan lembut. Ia seperti puzzle yang sedikit demi sedikit menampakkan kelengkapannya.
Maka aku masih mencari-cari kepingan puzzle yang masih tersisa itu. Aku terus menguatkan energi vibrasi-ku. Aku terus mengaktifkan perasaan positifku. Karena quanta yang harus aku ‘tarik’ kini berada di pulau berbeda. Di domain yang juga berbeda.
*diikutkan dalam Proyek Konro Soup For Soul Angingmammiri.org









k imam..
bertanya tanya nih nden?
semangat k imam..
berdo’a yg buaaanyaaaaaaaaak…
insyaAllah
man Jadda wa jadda..
sampaikan via Allah kg..
g akan pernah meleset..:)
By: nden on May 1, 2009
at 6:15 pm
aduuuh…udah (hampir) eksplisit gini..
haruskah dilakukan investigasi?
hehe..
becanda, mam.
tulisannya menyayat2 hati semua nih :p
By: rifqie on May 19, 2009
at 2:17 pm
@nden:
siap bu..
btw, teori kuantanya bener ga tuh..
jd malu nih ama champion..
@bu ghina:
ga usah investigasi jg kalian udh pada tau..
tapi itulah, kyknya pikiran ama hati gw terlalu dipenuhi setan..
jadinya weh..suka ngayal2 ga jelas..gini deh jadinya..
By: imam alkarami on May 19, 2009
at 3:19 pm
setujua banget. realitas kuantum mempengaruhi realitas. fisik sesuatu yang tidak terlihat menentukan yang terlihat. law of attraction bekerja seperti apa adanya hukum itu bekerja.seperti menarik seperti. ini yang seringkali dilupakan. seperti di atas seperti itu juga di bawah. seperti di dalam seperti itu juga diluar. seperti di hati seperti itu juga di fisik. orang tergantung dari segumpal darah, jika segumpal itu baik, maka baiklah dia diluar. aha…. ini hukum
By: sautparl on May 28, 2009
at 1:10 am
kak imem, kenapa ya, quanta-quanta yang telah kutulis, yang kuharapkan bisa menjadi reaktor takdir baikku, runtuh, hampir semuanya, apa aku menulisnya terlalu tinggi? atau quanta itu belum disucikan, hingga getaran resonansinya terlalu lemah, terlalu lemah untuk membuatku bertindak mewujudkannya.
Arrrgh, quantum of love memang sangat diperlukan untuk merapihkan puzzle-puzzleku yang berantakan, tercecer, bahkan tidak sedikit yang hilang entah kemana…
T_T
By: miphz on June 1, 2009
at 5:08 pm
ada satu kuanta yang punya daya pengaruh yang tinggi..
mengaksesnya perlu cara khusus..harus masuk gelombang alpha (sholat khusyu atau meditasi)
kuanta itu disebut ikhlas..
By: imam alkarami on June 2, 2009
at 2:58 pm