Yaumul Marhamah it’snt Islamic Valentine’s Day

muslim__s_drink_by_manevi_art

Suasana sangat sakral. Deretan pasukan bergemuruh menuju Makkah. Hari itu tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 HIjriyah. Pasukan Islam akhirnya bisa kembali (merebut) kota Makkah setelah sekian lama terusir dan diperangi.

“Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari kasih sayang (yaumul marhamah), dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing..”

Rosulullah Saw. berpidato kepada ribuan tawanan memberikan amnesti massal. Pidato itu membuat shock. Berjuang hidup mati, dihinakan, dilecehkan, tapi ketika kemenangan berada di genggaman, musuh malah dibebaskan. Bahkan, Rosul memerintahkan agar rampasan perang dibagikan kepada para tawanan, sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa.

Protes dan keluhan pun terjadi. Rosul pun mengumpulkan mereka dan bertanya dengan tegas..
“Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?”
Sekian tahun, sekian tahunn..jawab mereka.
“Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak?”
Tentu saja sangat mencintai..jawab mereka.
“Kalian memilih mendapatkan unta atau memilih cintaku pada kalian?”

Seketika itu menangislah mereka, karena cinta Rosulullah kepada mereka tidak bisa dibandingkan bahkan dengan bumi dan isinya.

Peristiwa Fathu Mekkah itu diabadikan oleh Allah di surat Al Fath, sebuah proklamasi kemenangan yang nyata. Proklamasi itu dipaparkan dengan klausul-klausul permaafan atas dosa para pejuang murni, dosa yang lalu maupun yang masa kini, klausul penyempurnaan nikmat, serta klausul pertolongan besar atas masalah mereka.

Yaumul Marhamah bukanlah kemenangan atas musuh. Melainkan hari kasih sayang. Maka ia tak dinamai Yaumul Fath, hari kemenangan. Karena pointnya bukan tentang kemenangan kekuatan manusia atas manusia lain, melainkan kemenangan atas diri sendiri. Kemenangan atas nafsu sendiri. Kemenangan atas Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kemenangan atas semesta.

Itulah maknanya. Hari kasih sayang ‘versi’ Islam (jika memang hari kasih sayang itu ada) adalah sebuah persembahan kasih sayang yang komprehensif atas semesta ini. Bukan cuma bedak komersil saja. Ini terjadi di media-media dan di tempat-tempat hiburan seperti mall. Perayaan-perayaan hari tanggal merah, seperti tahun baru, lebaran, natal, dan lainnya sudah bias menjadi komersialisasi. Simbol yang dikeluarkan sebenarnya bukan makna hakiki dari hari itu, tapi lebih kekomersialitasnya.

Ini bukan hanya sekadar isu trend masa kini. Ini sebuah rencana besar yang sudah disusun bertahun-tahun lamanya. Ini bukan sekadar hura-hura makan cokelat, ngopi di Starbucks, nonton film Hollywood..ini sebuah strategi.

Mudah-mudahan kita semua bukan golongan orang yang mudah terbawa badai hedonism. Eratkan genggamanmu kawan.

About these ads

One thought on “Yaumul Marhamah it’snt Islamic Valentine’s Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s